BAB 1
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada saat ini, masalah polusi udara telah menimbulkan kekhawatiran banyak penduduk , terutama yang tinggal di kota-kota besar dan daerah industry.Bahkan ahli meteorology mengatakan bahwa polusi udara tidak hanya meliputi kota besar,tetapi polusi udara telah meliputi keseluruh atmosfer bumi kita. Lapisan oksigen tipis yang meliputi bumi mulai rusak dengan adanya polusi udara.
Dampak buruk polusi udara pada kesehatan mulai banyak dibicarakan setelah trimbulnya beberapa kejadian di belgia tahun 1930 , di Pennsylvania tahun 1948, dan di London pada tahun 1952.Pada kejadian-kejadian di atas terjadi stagnasi udara yang mengakibatkan peningkatan jumlah bahan polutan di udara, khususnya sulfur dioksida dan partikel lainnya yang din ikuti dengan peningkatan angka kematian secara tajam.
1.2 Tujuan Penulisan
Penulis menyusun makalah ini bertujuan untuk membagi informasi kepada pembaca mengenai bahaya pencemaran lingkungan khususnya udara yang menjadi salah satu media oksigen yang kita hirup untuk bernafas.
1.3 Pembatasan Masalah
Dalam makalah ini saya akan membahas masalah-masalah udara.
1. Komposisi Udara
2. Hal – hal yang berkaitan dengan udara.
3. Akibat Polusi udara
4. Pengendalian pencemaran udara
1.4 Metode Penulisan
Dalam penyusunan makal ini penulis menggunakan metode kajian pustaka dengan cara membaca, menelaah serta berusaha memahami seluk beluk UDARA.
1.5 Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Penulisan
1.3 Pembatasan Makalah
1.4 Metode Penulisan
1.5 Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Udara
2.2 Faktor yang mempengaruhi Konsentrasi gas diudara
2.3 Macam-macam gas didalam udara
2.4 Tekanan udara
2.5 Kegunaaan Udara
2.6 Polusi udara
2.6.1 Sumber Pencemar
2.6.2 Bentuk-bentuk zat pencemar di Udara
2.6.3 Inhalasi,ingesti, dan Penetrasi kulit
2.7 Dampak Polusi Udara pada Kesehatan
2.8 Dampak Udara tercemar pada Atmosfer
2.9 Pengendalian Pencemaran Udara
2.10 Teknik mencegah Polutan Emisi ke Atmosfer
BAB III PENUTUP
3.1 Simpulan
3.2 Saran
Daftar Pustaka
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 UDARA
Udara adalah campuran dari berbagai gas secara mekanis dan bukan merupakan senyawa kimia.Udara merupakan komponen yang membentuk atmosfer bumi, yang membentuk zona kehidupan pada permukaan bumi.
Komposisi Udara
Udara terdiri dari berbagai gas dalam kadar yang tetap pada permukaan bumi, kecuali gas methane, ammonia, hydrogen sulfide, karbon monooksida dan nitrooksida mempunyai kadar yang berbeda-beda tergantung daerah/lokasi.Umumnya konsentrasi methane, ammonia, hydrogen sulfide, Karbon monooksida dan nitrooksida sangat tinggi di areal rawa-rawa atau industry kimia.Hal terseburt bias terjadi karena ada polusi udara.
Tabel komposisi udara atmosfer
Unsur Simbol Konsentrasi(% volume)
Nitrogen N2 78
Oksigen O2 21
Argon A 0,94
Karbon dioksida CO2 0,03
Helium He 0,01
Neon Ne 0,01
Xenon Xe 0,01
Kripton Kr 0,01
Methane CH4 Sangat sedikit
Amonia NH3 Sangat sedikit
Hidrogen sulfide H2S Sangat sedikit
Karbon monooksida CO Sangat sedikit
Nitrous oksida N2O Sangat sedikit
Selain gas-gas tersebut diatas, didalam udara /atmosfer terdapat uap air sebanyak sekitar 0.001% sampai 4% dari volume udara
2.2 Faktor yang Mempengaruhi Konsentrasi Gas di dalam Udara
Konsentrasi gas di dalam udara bisa naik atau menurun disebabkan oleh :
(a) Faktor Ketinggian
Setiap peningkatan ketinggian 100 meter akan terjadi penurunan tekanan atmosfer sebesar 6-10 mmHg sehingga secara tidak langsung terjadi penurunan gas didalam udara.
(b) Faktor banyaknya tumbuhan berklorofil
Tumbuhan berklorofil pada siang hari akan melepas oksigen yang banyak dan menyerap CO2 yang banyak.
(c) Faktor kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk suatu kota/daerah menyebabkan penurunan kadar O2 dan meningkatnya kadar CO2
(d) Faktor Pembakaran pada industry/mobil
Akibat pembakaran batu bara, oli, gas, minyak diesel, dan lain sebagainya akan mengurangi oksigen dan meningkatkan CO2 didalam udara.Kalau pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan CO (Karbon Monooksida) yang tinggi diudara.
(e) Faktor kebakaran
Akibat kebakaran, baik kebakaran hutan maupun kebakaran rumah akan menurunkan O2 dan meningkatkan Kadar CO2
(f) Faktor Flankton pada permukaan air
Plankton atau phytoplankton pada permukaan air akan memberi sumbangan oksigen pada air dan atmosfer.
2.3 Macam – macam gas di udara
Pada bagian sebelumnya telah dilukiskan bahwa udara murni mengandung unsure –unsure sebagai berikut N2, O2, O3, A, CO2, He, Ne, Xe, Kr, CH4, NH3, H2S, CO dan N2O.Untuk mendapat gambaran yang jelas gas di udar akan di bahas masing-masing gas tersebut.
1) Nitrogen(N2)
Nitrogen merupakan salah satu elemen dari berbagai elemen (fosfor, kalium, sulfur, kalsium, magnesium)yang tergolong dalam elemen nutrisi.Elemen nitrogen terkandung di dalam protein(semua protein)di pakai untuk membangun sel.Selain itu nitrogen cair(-1790C)di pakai sebagai obat mati rasa dalam proses pembedahan dan di pakai untuk membekukan butir-butir darah agar bisa di simpan lama.
2) Oksigen(O2)
Oksigen di peroleh dari udar melalui proses pencairan dan destilasi.Oksigen hasil pemisahan ini digunakan untuk :
• Proses peleburan, pengilangan, pabrik baja atau logam lainnya.
• Pabrik bahn kimia melalui oksidasi control.
• Pendorong roket
• Penyangga kehidupan biologi(tanaman,hewan,manusia)
• Pemakaian dalm bidang kedokteran yaitu pengobatn TBC usus, pengobatan terhadap penderita asfiksia(sukar bernafas)
• Pertambangan,pabrik batuan-batuan,gelas dan lain-lain.
3) Ozon(O3)
Ozon merupakan oksidan yang sangat kuat sehingga sangat beracun terhadap organisme hidup.
4) Argon
Suatu elemen gas termasuk dalam grup gas mulia, gas lamban atau gas langka.Argon di gunakan untuk :
• Mengisi bola ampu listrik
• Untuk memotong atau mengelas logam
• Gas argon dipakai pada Geiger Muller Counter dan berbagai tabung elektron
5) Karbon dioksida(CO2)
Kegunaan CO2 :
• Dalam bentuk cair atau padat sebagai alat pendingin
• Sebagai alat penetral untuk bahn alkali
• Sebgai bahan utama dalam hal tekanan udara
6) Helium
Merupakan gas mulia dan elemen bercahaya.yang di gunakan untuk :
• Helium di pakai sebagai gas pendingin pada reactor nuklir
• Helium di pakai untuk analisis kimia denga memakai gas kromatografi
• Campuran gas helium dan oksigen di paki sebagai bahan pernafasan bagi penerjun
7) Neon
Kegunaan Neon :
• Neon di isi pada ruangan letupan “Spark Chamber”yang digunakan untuk mendeteksi partikel nuklir
• Neon dalam jumlah yang banyak di pakai untuk riset fisik pada”energy tinggi”
• Cairan neon di pakai sebagi bahan pendingin intk mencapai suhu sekitar 25-40 K
8) Kripton
Kegunaan Kripton :
• Gas krypton dipaki untuk mengisi lampu elektronik
• Gas krypton di campur dengan argon di pakai untuk mengisi lampu Fluoresensi
9) Hidrogen sulfide(H2S)
Berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan yang mati (materi organic), letusan, muntahan gunung berapi dan limbah atau buangan industry.
10) Karbon Monooksida
Merupakan gas tidak berwarna, tidak berbau dan sangat berbahaya.
a) Sumber Karbon monoksida
Dasar terbentuk karbon monooksida adalah pembakaran yang tidak sempurna
Pembakaran yang di maksud adalah :
• Pembakaran yang terjadi pada industry
• Pembakaran pada alat transfortasi
• Proses pembakaran pada pertanian
• Tempat-tempat pembuangan sampah
• Kebakaran hutan
• Ada jenis ikan (jelly fish)menghasilkan karbon monooksida sekitar 80%
b) Efek akibat karbon monoksida
• Menghalangi hemoglobin berikatan dengan oksigen
• Penderita ngantuk, mual dan puyeng
• Keracunan karbon monooksida pada tingkat berat menimbulkan kematian
11) Nitrogen Oksida
Nitrogen terdapat 78% di dalam atmosfer bumi oleh pengarung organism, sinar kosmik, cahay dapat memfiksasi nitrogen bersenyawa berbagai elemen membentuk senyawa nitrogen yang berguna bagi tumbuh-tumbuhan dan hewan dalam pertumbuhan.
2.4 Tekanan Udara
Merupakan gaya persatuan luas dimana udar melakukan desakan pada permukaan yang kontak dengannya.Dari hasil percobaan pada permukaan laut, di peroleh tekanan udar sebesar 15 pound per inci kuadrat(Psi)
Unit dasar untuk tekanan udara :
a. Segi meteorology : barometer(bar);1bar=100 senti bar=1000 mili bar=1000 mb
b. Segi teknik : mmHg=atmosfer(atm)
Hubungan Barometerdengan mmHg dapat di lihat di bawah ini :
1mb = 1000 dyne/cm2=0,750062 mmHg=0,0295300(inHg)
1atm = 1013,200 mb=760mmHg
= 29,9213(inHg)=14,6959(Ib)/in2
= 1,033kg/cm2
1 mmHg = 1 torr=1,333224 mb= 0,03937008(inHg)
1 nnHg = 33,8639 mb=25,4 mmHg
TEKANAN UDARA DI PENGARUHI OLEH :
a. Ketinggian
Ketinggian 100 m di atas permukaan laut akan terjadi penurunan barometer sebesar 6-10 mmHg;umumnya di anggap penurunan sebesar 10 mmHg.
b. Angin tornado
Pada waktu angin tornado akan terjadi penurunan tekanan barometer
c. Pada musim dingin
Pada musim dingin, tekanan udara cenderung tinggi pada benua daripada permukaan laut(samudera)
Tekanan udara pada permukaan laut sangat berarti un tuk mengetahui gerakan udara dan dapat meramalkan keadaan cuaca.
2.5 Kegunaan Udara
Udara sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari antara lain :
1. Bahan kebutuhan pokok dalam pernafasan
2. Sebagai sarana dari pesawat terbang
3. Sebagi alat pendingin trafo tekanan tinggi
4. Sebagi sarana olah raga terbang laying
5. Membantu transfer panas dari metode konveksi
2.6 Polusi Udara
Secara umum bahan polutan dari udara dapat menimbulkan efek local dan efek sistemik pada tubuh kita.Yang di maksud dengan efek local adalah kelainan yang di jumpai hanya pada satu organ saja.Efek local ini dapat terjadi pada organ yang memang langsung berhubungan dengan bahan polutan-seperti paru dan kulit atau juga pada alat tubuh lain akibat terbawanya bahan polutan melalui darah misalnya ke hepar.Sementara itu efek sistemik tentunya mengenai satu system tubuh tertentu,misalnya system saraf atau peredaran darah.Salah satu contoh efek sistemik adalah polusi CO yang mengganggu transfor oksigen karena CO berikatan dengan Hemoglobin.
2.6.1 Sumber Pencemar Udara
Bumi diciptakan oleh Tuhan tanpa cemaran apa-apa.Namun, dalam sejarah perkembangan bumi ini sejalan dengan perkembangan manusia,tanaman, hewan, kemajuan teknologi, letusan gunung berapi, kebaran hutan dan lain-lain,timbul lah polusi udara.
Dengan mengetahui latar belakang timbulnya polusi udara maka ketahuilah sumber pencemar udara di bagi menjadi 2 bagian :
1) Dari Alam
Letusan gunung berapi menyemburkan debu dan gas sulfur;kebakaran hutan menghasilkan CO2, CO dan sulfur;penguapan samudera berupa partikel garam, tepung sari,jamur, spora yang di bawa oleh hembusan angin.
2) Perbuatan Manusia
Proses industry kimia, pabrik logam, pabrik semen menghasilkan gas partikulat; pembakaran bahan bakar dalam memproduksi energy panas; hasil kotoran rumah tangga berupa asap; gas yang dihasilkan kendaraan bermotor, pesawat terbang, roket; senyawa hidrokarbon dari proses destilasi petroleum,alat pendingin, alat penyemprot dan lain-lain.
2.6.2 Bentuk-bentuk zat pencemar di udara
Zat-zat pencemar udara terdapat dalam bentuk gas atau partikel(biasanya sebagai bahan-bahan partikulat).Kedua bentuk zat pencemar itu berada di atmosfer secara simultan, tetapi seluruh zat pencemar udara 90% berbentuk gas.Bentuk-bentuk zat pencemar yang sering terdapat dalam atmosfer :
Gas : Keadaan gas dari cairan atau bahan padatan
Embun : Tetesan cairan yang sangat lembut yang tersuspensi di udara
Uap : Keadaan gas dari zat padat atau volatin atau cairan dengan ukuran diameter kuarang dari 1,0µm
Awan : Uap yang dibentuk pada tempat yang tinggi
Kabut : tetesan cairan yang melayang di udara dengan diameter kurang dari 2µm
Debu : Padatan yang tersuspensi dalam udara yang dihasilkan dari pemecahan bahan dengan diameter antara 0,25µm-1µm.
“Haze” : Partikel-partikel debu atau garam yang tersuspensi dalam tetes air
Asap : Padatan dalam gas yang berasal dari pembakaran yang tidak sempurna dengan ukuran diameter kurang dari 2µm
Aerosol : Partikel padat atau cair yang melayang di udara bersama beberapa gas dengannukuran diameter kurang dari 1,0µm
Partikulat bisa berupa padatan atau tetes cairan yang sangat halus yang di sebut “mist”.Partikulat mempunyai bermacam-macam ukuran, bentuk, densitas, dan susunan kimianya.Sumbangan nya terhadap zat pencemar udara hanya 10%.
Kalau debu, asap, uap,kabut,aerosol, dianalisis secara kimia akan di peroleh bahan pencemar berupa sulfur dioksida, nitrogen dioksida karbon dioksida, hydrogen sulfide, hydrogen flourida, silicon tetra flourida, karbon monooksida,aldehid timah hitam(lead), asbestos.
Polutan (bahna polusi)di atas merupakan bahan primer yaitu subtansi kimia yang langsung masuk(emisi)kedalam atmosferbumi.Di dalam atmosfer ada uap air/air, oksigen, ultra violet, dan petir.Objek ini akan merubah polutan primer menjadi bentuk lain yang di kenal dengan sebutan polutan sekunder.
POLUTAN PRIMER DAN SEKUNDER DI UDARA
Polutan Primer Reaksi Polutan Sekunder
Sulfur Oksida Dengan air Sulfurous
Acid; sulfurous acid dioksidasi
Asam Sulfuric
Sulfur dioksida Oksidasi perlahan-lahan menjadi sulfur trioksida; kemudian bereaksi dengan air
Asam Sulfuric
Nitrogen dioksida Dengan air menjadi
Nitrous acid dengan air
Nitrous dan nitric acid
Nitric acid dan Nitrogen Monooksida
Karbon dioksida Dengan air
Karbonic acid
Hidrogen Sulfida Oksidasi
Sulfuric Acid
Hidrogen Flourida Dengan air
Hidrofluoric acid
Silikon Tetrafluorida Dengan air
Hidrofluoric acid dan SiO2
2.6.3 Inhalasi, Ingesti dan Penetrasi Kulit
Ada 3 cara masuknya polutan dari udara ke tubuh manusia, yaitu melalui inhalasi, ingesti, dan penetrasi kulit.Inhalasi bahan polutan dari udara ke paru dapat menyebabkan gangguan di paru dan saluran nafas, dan selain itu bahan polutan dapat kemudian masuk dalam peredaran darah dan menimbulkan akibat dia alat tubuh lain.
Bahan-bahan polutan yang cukup besar tidak jarang masuk ke saluran cerna.Refleks batuk juga akan mengeluarkan bahan polutan dari paru yang kemudian bila ditelan akan masuk ke saluran cerna. Bhan polutan dari udara juga dapat masuk ketika makan atau minum.seperti juga halnya di paru maka bahan polutan yang masuk kesaluran cerna dapat menimbulkan efek local dan dapat juga di sebarkan keseluruh tubuh melalui peredaran darah.Permukaan kulit juga dapat menjadi pintu masuk bahan polutan dari udara.Sebagian besar polutan hanya menimbulkan akibat buruk pada bagian permukaan kulit seperti dermatis dan alergi saja, tetapi sebagian lain khususnya polutan organic dapat melakukan penetrasi kulit dan menimbulkan efek sistemik pula.
2.7 Dampak Polusi Udara pada kesehatan
Menurut data yang diperoleh dari penelitian menunjukan bahwa polusi udar telah banyak menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan lebih jauh lagi telah banyak menimbulkan kematian.Apa sebenarnya akibat dari polusi udara terhadap kesehatan manusia.Marilah kita teliti lebih lanjut mengenai polutan dan efeknya terhadap tubuh manusia.
Karbon monoksida dapat menyebabkan pekerjaan darah(butir darah merah)atau hemoglobin terganggu.Fungsi hemoglobin yang ada pada butir darah merah untuk mengikat oksigen dan mengedarkannya keseluruh tubuh menjadi terganggu kaaaren aterikatnya CO pada hemoglobin.Akibatnya Tubuh akan Mengalami kekurangan oksigen yang sangat vital sehingga jantung dan paru-paru akan bekerja lebih keras lagi untuk memberikan oksigen.Pengaruh ini cukup terasa akibatnya bagi penyakit jantung dan paru-paru.
Belerang dioksida banyak menimbulkan penyakit pada saluran pernapasan,misalnya asma, bronchitis, yang sering diikuti dengan timbulnya emphysema, di mana alveoli cenderung menjadi bersatu sehingga memperkecil permukaannya.Kemudian diikuti dengan menyempitkan cabang-cabang bronkhioliyang akan mengurangi kaju pertukaran gas CO2 dan O2
Selain itu ada 3 polutan lain yang paling bnyak mempengaruhi kesehatan paru yaitu sulfur dioksida(SO2), Natrium dioksida(NO2) dan Ozon(O3).
2.8 Dampak Udara Tercemar pada Atmosfer
Udara tercemar yang terjadi pada lapisan atmosfer dan terjadi pada lapisan rendah dari stratosfer member dampak yang sangat berbeda.
1) Dampak akibat stratosfer yang tercemar
Efek yang ditimbulkan akibat bahan pencemar berada pada troposfer tergantung pada kualitas, kuantitas maupun jenis bahan pencemar.Efek yang di timbulkan berupa :
Kabut tebal olek karena banyak partikel di lapisan troposfer.
Hujan Asam.
Konsekuensi dari hujan asam akan timbul berbagai ganguan antara lain sakit kulit, sakit mata, sakit pernapasan, yang dapat di akhiri dengan kematian; timbul korosif pada material logam; merusak kehidupan hewan; merusak kehidupan tumbuh-tumbuhan; mempengaruhi cuaca; apabila terjadi presipitasi berat dari partikulat akan mempengaruhi radiasi ultraviolet.
2) Dampak akibat lapisan stratosfer yang tercemar
Gas nitrogen oksida yang berada pada laipisan ini dapat mereduksi gas ozon sehingga terjadi penipisan gas ozon dengan akibat peningkatan radiasi ultra violet mencapai bumi, timbul efek biologi sebagai akibat peningkatan ultra violet tersebut.
Adanya SO2 , uap air(H2O) dan NOX akan mempengaruhi perubahan iklim seperti temperature, angin, dan curah hujan.
Apabila ada partikel lebih besar 0,1µm, dapt mempengaruhi transfer radiasi matahari
2.9 Pengendalian Pencemaran Udara
Maksud pengendalian di sini adalah usaha yang dilakukan agar:
1. Udara tercemar dapat sirna
2. Udara yang sudah tercemar jangan tercemar lagi
Untuk tujuan 1 manusia tidak dapat berbuat apa-apa namun untuk tujuan 2 manusia mempunyai kemampuan kearah sana.Untuk mengatasi udara yang tercemar agar dapat sirna alam sangat berjas adan mampu mengatasinya.
1) Usaha alam mengatasi udara tercemar
Alam secara diam-diam mengatasi udra yang sudah tercemar agar bahan pencemar dapat hilang(sirna);namun manusia perlu memperhatikanalamsekitarnya dan mengendalikan nya agar bahan pencemar yang di hasilkan manusia sedikit mungkin masuk ke atmosfer bumi.Hal tersebut dikarenakan kemampuan alam mempunyai batas tertentu.Apabila bahan pencemar terlalu banyak di dalam atmosfer mengakibatkan sisa bahan pencemar tidak dapat dilenyapkan dan lama-kelamaan akan bertumpuk dan kemudian akan berdam pak negative terhadap manusia, hewan dan tanaman.
Bahan pencemar yang berada di lapisan troposfer mudah dibersihkan oleh alam dalm waktu relative singkat sedangkan bahn pencemar berada di lapisan stratosfermemerlukan periode waktu yang panjang untuk melenyapkan nya.
Usaha alam untuk menghilangkan bahn pencemar melalui :
a) Angin
Angin mempunyai arah, kecepatan serta bisa terjadi turbulensi.Arah akan membawa udara tercemar kedaerah lain sehingga daerah yang tadinya mengandung udara tercemar akan mengalami pengenceran/dilusi.Kecepatan dan turbulensi angin akan membawa udara tercemar secara mekanik, selanjutnya akan terjadi difusi pusaran.turbulensi angin akan mengendapkan partikel-partikel pada permukaan bumi.
b) Sinar matahari
Melalui sinar matahari akan terjadi proses fotokimia pada gas sehingga gas akan berubah bentuk menjadi partikulat.Partikulat-partikulat ini kemudian mengalami agregasi dan oleh pengaruh gaya berat,partikulat akan mengendap.
c) Gaya gravitasi
Partikel/partikulat yang berukuran kecil mengalami agregasi sehingga mencapai ukuran lebih dari 10 µm dan partikel yang berukuran diatas 10 µm akan mengendap oleh pengaruh gravitasi.
d) Kilat/Halilintar
Loncatan potensial listrik yang terjadi pada awan akan timbul kilat; melalui kilat ini partikel/partikulat akan beralih bentuk, disamping itu melalui kilat akan terbentuk ozon dan kelak akn mengoksidasi partike/partikulat
e) Hujan
Air hujan yang jatuh ke permukaan bumi akan menyertai debu/partikulat serta partikel
f) Turbulensi panas
Adanya turbulensi panas pada lapisan atmosfer/troposfer maka udara pada lapisan ini akan bergeser dan diganti oleh udara yang lain.
Usaha manusia mengatasi udara tercemar
Udara yang sudah tercemar sulit bagi para ilmuwan atau boleh dikatakan para ilmuan tidak dapat mengatasi udara yang sudah tercemar.Para ilmuwan hanya bisa menyarankan agar udara yang sudah tercemar jangan bertambah bahan cemaran lagi.Saran yang diajukan oleh para ilmuwan perlu didukung oleh : pengetahuan tentang udar bersih, pengetahuan tentang udar kotor; pengetauhan tentang batas-batas emisi; pengethuan standar control; alat ukur jumlah emisi, kualitas udara; pengetahuan praktis tentang cara-cara mengurangi bahan polutan emisi ke atmosfer pengecekan kadar gas, partikulat dalam atmosfer setiap bulan sekali untuk mengetahui apakah ada kenaikan kadar gas/partikulat.
2.10 Tekhnik mencegah polutan emisi ke atmosfer
Untuk mencegha masuknya bahan pencemar kedalam atmosferdiusulkan menggunakan :
a) Metode tirai air
Tirai air ialah suatu lapisan tipis dibentuk oleh air .Untuk mendapatkan lapisan air yang tipis harus membuat lubang pada pipa sekecil mungkin dan sedekat mungkin.Objek yang di anjurkan memakai metode tirai air adalah :
1. Industri yang memakai cerobong asapeperti industry semen,tungku pembakaran, tungku memesak timah, dll.
2. Segala macam mesin diesel yang beroperasi di tempat.Sperti diesel pembangkit listrik, diesel untuk menggerakan mesin penyosohan beras dll.
3. Ruangan yang memakai exhaust/kipas penyedot udara
b) Metode kasa abses
Metode ini dipakai padaa tungku pembakaran keramik, pembakaran kapur dan sebagainya.Cara memakai kasa abses yaitu anyaman abses membentuk jaring ditempatkan diatas mulut keluarnya asap (cerobong asap)
c) Hilangkan bahan tambahan pada premium
Bahan bakar premium selama ini ditambah timbale dengan tujuan menaikan oktan, namun hasil pembakaran akan member sisa timbale(Pb), yang akan menambah polusi udara.Untuk ini perlu dipikirkan bahan apa yang dipakai untuk menambah oktan dan member pembakaran yang sempurna.
d) Kurangi pengunaan bahan bakar solar bagi kendaraan bermotor
Bagi negara maju, misalnya Amerika dan Australia, penggunaan bahan bakar solar bagi kendaraan bermotor telah ditiadakan oleh karena hasil pembakaran solar member asap yang banyak CO2 mungkin CO.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Disuatu pihak manusia telah menikmati sumbangan teknologi yang telah berhasil menunjang kehidupannya, sedangkan dipihak lain manusia telah pula mengalami akibatnya.salah satu bentuknya ialah timbulnya polusi atau pencemaran lingkungan.
Akibat dari krisis lingkungan jelas tampak berpengaruh pada kesehatan manusia.Penyebab polusi masuk ke tubuh kita melalui udara yang kita hirup,makanan yang kita makan sehari-hari dan suara yang kita dengar.polusi udara tentu juga bergantung pada konsentrasi bahan pencemar di udara,lamanya paparan, factor iklim,kelembaban, arah angin dan lain-lain.
3.2 Saran
Dengan berbagai permasalahan yang ada khususnya yang menyagkut pencemaran udara kalngan kesehtan perlu mempersiapkan diri untuk mengenal dan mendalami polusi udara secara umum dan hubungan nya dengan kesehassssstan guna mengantisipasi perkembangan industry di negara kita serta melakukan tindakan –tindakan yang sesuai dalam bidang gangguan kesehtan akibat polusi udara ini.
Daftar Pustaka
Supartono,w.dkk.2004.Ilmu Alamiah Dasar.Bogor : Ghalia Indonesia
Gabriel,J.F.2001.Fisika Lingkungan.Jakarta :Hipokrates
ditama,Tjandra yoga.1992.Polusi Udara dan Kesehatan.Jakarta : Arcan
Akhmad,Rukaesih.2004.Kimia Lingkungan.Jakarta : Univertas Negeri Jakarta
Casinos in San Diego | Mapyro
BalasHapusVisit the Casinos 익산 출장샵 in 목포 출장샵 San Diego. Find Casinos 여수 출장안마 with Casinos 원주 출장마사지 Near 태백 출장안마 you, compare reviews and find the best place to play. Mapyro