Minggu, 29 Januari 2012

Kenapa Aku jadi Bidan

sebenarny tulisan ini gw tulis buat salah satu syarat dapet beasiswa . .tapi berhubung gw ketinggalan ngumpulin persyaratan dan berkasny uda di bawa sama panitia gw masukin tulisan ini ke blog ini .yaaa lumayan buat nambah-nambahin postingan gw yang ampir jarang banget gw isi. .

oke cekidot deh siapa tau bisa bermanfaat buat kalian. .

enjoy gals .

Kenapa Aku Jadi Bidan

Profesi bidan adalah salah satu kategori yang tidak pernah ada dalam daftar list cita-cita aku waktu kecil.Karena aku lebih tertarik jadi presiden, jadi menteri dan yang terakhir adalah jadi istri orang kaya.

Cita-cita yang disebutkan diatas bukan tidak ada maknanya.semua aku artikan dengan pikiran yang sangat matang untuk seorang anak SD.Tak perlu aku ceritakan satu persatu karena ini akan jadi sebuah cerpen bukan esai kalau diceritakan kenapa aku memilih tiga cita-cita itu.

Sampai pada suatu waktu ketika aku sangat bingung akan meneruskan pendidikanku setelah aku lulus SMA.Ibu ku menyarankan aku untuk jadi seorang bidan . Aku bahkan hampir tidak percaya kalau aku akan jadi seorang bidan.Semua berawal dari rasa cinta ku terhadap ibu ku.Aku punya cita-cita yang jauh berbeda dari profesi bidan .Aku sangat cinta dengan cita-cita ku tapi aku lebih cinta terhadap ibuku.

Setelah melalui banyak pertimbangan .Akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti usulan ibuku jadi seorang bidan .Aku masih belum bisa terima tapi seperti yang ku ceritakan diatas aku sangat cinta ibuku.

Aku merasa kuliah dikebidanan membosankan,tidak ada anak laki-laki yang bisa diajak bermain.semuanya membosankan . .sampai akhirnya aku diturunan untuk praktek lapangan oleh institusi ku.

Keterampilan Dasar Praktek Klinik ini adalah praktek pertamaku,Aku belum masuk ke ruang bersalin,bayi maupun nifas,kami hanya dikenalkan dengan perawatan umum secara garis besar, tapi berawal dari sini aku dapat segudang pengalaman yang tidak dapat ku jelaskan dengan teori manapun,bahkan ku rasa diperkuliahan manapun yang mendunia.. .dan yang paling dahsyat adalah aku belajar ilmu ikhlas dalam segala hal.termasuk merawat orang yang tak tau antah berantahnya.

Ini adalah awal dimana aku mulai terbiasa dengan semua masalah kesehatan .dan betapa mulianya profesi seorang kesehatan.Aku mulai menikmati semua jalan menuju masa depanku .. .

Praktek kedua adalah PKDK(Praktek Klinik Dasar Kebidanan) atau yang biasa disebut dengan partus pandang .Disini aku sudah masuk ruang bersalin, bayi dan nifas.Pada prktek kedua ini aku tidak langsung masuk ke ruang bersalin karena aku dan teman-teman ku telah dibagi kelompok dan masuk ke ruang yang telah ditentukan.

Aku mulai berkenalan dengan dunia ibu hamil,ibu melahirkan,ibu post partum,bahkan bayi baru lahir.Dan ternyata semua proses yang dialami oleh seorang wanita diatas adalah proses mahadahsyat.

Aku sudah bisa menjudge proses maha dahsyat padahal aku belum pernah masuk ruang bersalin karena aku ditempatkan di ruang nifas sebelum ke ruang bersalin. Informasi ini aku dapatkan dari seorang temanku yang kebetulan sudah masuk ruang bersalin dan setiap dia pulang dinas dia selalu menceritakan pengalaman dia di ruang tersebut.

Sampai akhirnya tiba giliran kelompok ku masuk ruang bersalin, aku mulai dinas di ruang tersebut dan ada ibu yang akan melahirkan.Ini adalah kesempatan emas untuk ku.

Ya Tuhan ibu itu tampak meringis kesakitan, aku tidak tahu harus berbuat apa, aku coba untuk menenangkan ibu itu dan menyuruhnya untuk menarik nafas sesuai teori yang kudapatkan aku sudah semaksimal mungkin aku mulai tak kuasa menahan rasa tega ku sampai akhirnya seorang Bidan datang dan memeriksa keadaan ibu dan kemajuan pembukaannya.

Bidan itu tersenyum menatapku dan berkata siapkan alat partus karena persalinan akan segera dimulai.Aku mulai tegang.calon ibu itu pun tak kalah tegang dengan ku, karena kebetulan ini adalah persalinan pertama ibu itu.Suami ibu pun tampak gelisah menunggu kelahiran anak pertamanya.Satu-satu nya orang yang tidak tegang dalam ruangan itu adalah bu bidan yang selalu menyebar senyum dan tampak sabar menghadapi ibu yang sedari tadi meringis kesakitan.

Tuhan aku berkata dalam hati apakah aku bisa seperti bu bidan ini yang selalu tersenyum dan sabar menghadapi berbagai pasien yang datang ke ruangan ini apapun status mereka atau aku malah akan ikut tegang seperti sekarang ini.ah . .kurasa itu hanya sebuah proses.

Bu Bidan mulai memimpin proses persalinan, peluh nya mulai metetes deras ketika ibu mulai kehabisan tenaga dan terlihat kecapean tapi dengan kuasa ALLAH yang disampaikan melalui tangan mulia bu bidan bayi itu lahir dengan sehat dan ibupun selamat.

Aku hampir tak bisa menahan air mataku.Ini adalah kali pertamaku melihat proses persalinan, ternyata memang benar semua rasa sakit yang ibu rasakan sebelum proses persalinan terbayar dengan tangisan bayi itu.dan aku tidak merasa menyesal mengatakan ini adalah proses mahadahsyat dengan seorang penolong luar biasa.

Dari sini aku mulai menemukan jawaban kenapa aku jadi bidan bahkan aku akan menggantinya aku memang harus jadi bidan.Seorang wanita mulia yang selalu ikhlas dan sabar yang tak pernah lepas dari seyuman walaupun dia punya segudang masalah yang tidak kita tahu.

Bahkan aku mulai mengaitkan cita-cita SD ku dengan masa depan ku jadi seorang bidan yang tak kalah jauh mulia karena sama-sama bisa membantu orang.Semoga kelak aku jadi seorang bidan seperti bidan yang kuceritakan diatas.

Terimakasih mamah,terimakasih bu bidan,terima kasih ibu dan bapak yang senantiasa memberikan pengalaman pertamaku menjadi seorang bidan .

AKU MENIKMATI PROFESI JADI SEORANG BIDAN MENUJU MASA DEPAN CEMERLANGKU.SEMOGA SEMUA LANGKAH KU SELALU DIBERKAHI ALLAH SWT.